Hapus Pajak Penerangan Jalan, Takalar Bakal Gunakan PJU Tenaga Surya

Syamsari Kitta
Bupati Takalar, Syamsari Kitta saat memberikan jawaban atas pandangan fraksi-fraksi di DPRD Takalar, Senin 26 April 2021

Terkini.id, Takalar – Bupati Takalar Syamsari Kitta punya inovasi baru dalam pelayanan publik. Syamsari mengusulkan untuk menggratiskan pajak Penerangan Lampu Jalan (PJU). Pasalnya, biaya PJU yang dibebankan kepada masyarakat selama ini tidak efektif dan tidak berjalan secara maksimal.    

“Pajak PJU yang dibebankan kepada masyaraat itu sebaiknya dihapus saja karena sudah ada sumber daya solar cell yang sudah kita gunakan di beberapa tempat, ke depan kita akan gunakan solar cell lebih massif lagi,” kata Syamsari usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Takalar, Senin 26 April 2021. 
 
Syamsari menegaskan, dengan penghapusan pajak PJU akan mengurangi beban masyarakat yang selama ini dibebankan PLN. Apalagi, pajak PJU selama ini juga tidak adil karena lampu jalan hanya ada di kawasan tertentu, sedangkan pembiayaannya dibebakan kepada semua masyarakat.  

“Selama ini masyarakat membayar setiap bulan pajak PJU di PLN, ini digunakan untuk membiayai lampu jalan, tetapi pada kenyataannya lampu jalan hanya ada di kawasan kota sehingga tidak bisa dinikmati oleh masyarakat secara umum, termasuk yang ada di pedesaan yang juga membayar pajak PJU,” tegas Syamsari.

Selain itu kata Syamsari, banyak lampu jalan yang tidak berfungsi alias tidak menyala tetapi tetap  harus dibayarkan tagihannya setiap bulan. Padahal, harusnya PLN memperbaiki layanan dan kualitas lampu jalan sehingga masyarakat Takalar tidak dirugikan. 

“Selama ini kita bayar tagihan lampu jalan lewat dana masyarakat, tetapi kualitas lampu jalan kita tidak maksimal, banyak lampu jalannya sudah lama mati tetapi tetap harus kita bayar tagihannya, tidak bada transparansi di sana,” ungkap mantan anggota DPRD dua periode itu. 

Untuk itu, Syamsari mengusulkan akan segera menggunakan solar cell alias tenaga surya secara massif untuk operasional lampu jalan. Dengan menggunakan solar cell, maka beban operasional dengan biaya yang digunakan akan berbanding lurus. 

“Makanya ke depan kita rencana akan menggunakan solar cell untuk operasional lampu jalan sehingga ini akan lebih efektif, antara daya yang digunakan dengan biaya yang akan dibebankan tentu akan sesuai, sehingga bisa lebih transparan,” kata Syamsari.  

Penerangan lampu jalan di Takalar menjadi hangat dalam sebulan terakhir karena Pemkab Takalar menghapuskan anggaran lampu jalan. Pemkab menghapuskan anggaran lampu jalan kepada PLN karena harus membayar Rp8 miliar setiap tahun.  

“Dengan solar cell tentu akan lebih murah dan lebih maksimal, selama ini kita dibebankan Rp8 miliar setiap tahun,” kata Syamsari yang juga Ketua DPW Gelora Sulsel.(eky)

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Aleg Korban ‘Double Stick’: Ketua DPRD Takalar Pemicu Kericuhan

Meski Puasa Anggota DPRD Takalar Adu Jotos, Satu Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar